Que Sera Sera

Selamat Tahun Baru!!
(tiup terompet, nyalain petasan, lempar ke jalanan)

Gak terasa udah Januari 2013 lagi. Gak kerasa juga udah “nganggur” sebulan. Baru kerja lagi Februari 2013. Dan resmi selama 2 bulan ini saya ngendon di kampung halaman. Gak apa dong, hitung-hitung istirahat. Bosan? Iya sih. Gak produktif? Gak juga. Organizing rencana masa depan yang satu (karir) dan yang satunya lagi (itu lho, itu) lumayan menyita waktu, sampai bolak-balik Cms-Bdg-Jkt (gaya)…

Kalau lagi di rumah, sehari-hari ya udah kayak ibu RT aja: bantu nyuci pakaian-jemur-nyetrika, bersih-bersih, masak (statusnya tetap bantu karena leadernya tetep si mamah ^_^). Tapi ada satu aktivitas yang maha menyenangkan: mengasuh kucing. Yes, I’m truly a cat lover. And here I proudly present:

image

Sera, our new cat

Itu kucing betina baru peliharaan keluarga. Katanya kucing Persia. Dan dia saya beri nama…Sera. Nama lengkapnya Que Sera Sera. Versi Englishnya, Whatever Will Be Will Be. Versi Arabnya, Kun Fayakuun. Versi Indonesianya, Apa Yang Terjadi Terjadilah (yang dia tahu Tuhan penyayang umat-Nya #ehh). Tapi tetep, Sera jadi pilihan karena panggilan Will Be terlalu gak lazim, Kun terlalu macho (mengingatkan pada Sergio Kun Aguero), dan nama versi Indonesia bisa membuatnya disangka sebagai kupu-kupu malam (bahaya kalau ada kucing jantan). No, Sera is the prettiest one…

Sera mulai hadir di rumah kami pada pertengahan November 2012 lalu. Konon usianya waktu itu baru menjelang 3 bulan. Jadi sekarang paling usianya 4-5 bulan. Kalau dari kalkulasi kesetaraan umur kucing dan manusia yang katanya setahun pertama kucing = 20 tahun umur manusia, maka si Sera ini setara dengan anak umur 6-8 tahun. Hoo, pantesan dia masih suka main, suka penasaran. Dan itu juga yang jadi alasan kami mengusir kucing jantan yang ngintip dia waktu itu. Sera…masih di bawah umur. Dia masih di bawah Komnas Perlindungan Anak. Kalau sampai dia disakiti, Kak Seto harus turun tangan!

image

Asia's next top model

image

Hobi: nyemplung di ember

Bicara soal kucing, Sera bukan kucing perdana keluarga kami. Dari dulu silih berganti kucing-kucing berseliweran di sini. Tapi riwayat kucing bule mampir ke sini baru dimulai tahun 2000. Waktu itu ada kucing lucu berbulu lebat warna putih-cokelat hadir di sini. Saya kasih dia nama Mimi (padahal dia jantan). Alasannya, dia cuma nengok kalau dipanggil “mimi-mimi” dan gak nengok kalau dipanggil “pus” atau “emeng”. Cuma waktu itu ada dualisme kepemimpinan. Dari saya, ingin menamainya Mimi. Tapi dari pihak kakek keukeuh menamainya Dion (diambil dari tokoh sinetron Tersayang yang waktu itu lagi booming -_-“). Sayang, nasib kucing lucu ini berakhir tragis. Dia ditemukan tewas tenggelam di sumur tetangga…T_T

Kucing bule kedua yang kami asuh konon keturunan Belgia. Warna kucing jantan ini belang hitam putih. Ada coret hitam di dagunya, seolah-olah dia punya janggut. Saya menamainya Kimi, karena waktu itu saya yang masih anak SMP ababil ngefans sama rookie Formula 1, Kimi Raikonen. Tapi pada prakteknya, saya memanggilnya Kimimaki (tokoh antagonis di Ninja Hattori). Dan lagi-lagi ada dualisme kepemimpinan. Kakek saya keukeuh memanggilnya Belgi mengingat si kucing punya darah Belgia. Nasib kucing ini juga berakhir tragis. Dia hilang entah kemana. Mungkin tersesat, atau diculik…T_T

Kucing bule ketiga yang datang menjadi yang terlama kami pelihara. Meski gak jelas darah bulenya darimana, tapi dia paling setia. Kali ini kakak saya yang memberi nama: Botsky. Panggilannya Oski. Dia pemakan segala, dari ikan, tempe, sampai rengginang. Dia tumbuh bersama kami dari kucing kecil yang lucu hingga menjadi kucing dewasa yang dingin. Dia menjelma jadi pangeran kucing di kampung kami. Entah sudah berapa ekor kucing betina yang dia hamili. Mungkin sekarang keturunannya ada di mana-mana. Si Oski mati karena sakit, sewaktu saya kuliah…T_T

image

Ini bukan foto kucing saya tapi Kimi dan Oski mirip sama ini

Dan kucing bule keempat yang singgah di rumah kami adalah kucing jantan belang kuning keturunan Somalia. Kakak kedua saya yang kreatif+aneh memberinya nama kucing terpanjang dalam sejarah kami: Wahyu Suparno Putro. Yap, diambil dari nama bule muslim yang suka nongol di tv. Kami sekeluarga sepakat dengan nama itu karena tiap kali dipanggil Wahyu, kucing ini selalu merespon dengan eongan keras (asumsi kami, dia suka. Atau bete ya?). Si Wahyu menjadi kucing tersingkat yang kami pelihara. Ceritanya pada suatu malam yang gelap dan dingin, uak saya yang lagi mondar-mandir tiba-tiba digigit betisnya sama si Wahyu sampai berdarah-darah. Karena kucing ini disinyalir jadi tambah galak dan berbahaya, akhirnya kami memutuskan untuk menyerahkannya ke penampungan hewan. Sampai kini, semua masih misteri. Kenapa si Wahyu yang tampak baik-baik saja mendadak jadi beringas? Dugaan saya, dia sebetulnya benci dipanggil Wahyu lalu memendam rasa benci itu sampai menggunung dan…duaarrr malam itu dia luapkan semuanya.

Nah, lama gak pelihara kucing, akhirnya muncullah si Sera, kucing betina belang 3 yang super lucu. Ngomong-ngomong soal kucing belang 3 (atau istilah kerennya Calico Cat), ternyata ada banyak hal unik dari kucing jenis ini. Konon, seekor kucing bisa disebut tricolor kalau dia punya salah satu warna yang berasal dari gen merah (orange) atau orange beige. Selain itu, ternyata 99 % dari populasi Calico cat adalah betina dan sisanya jantan. Nah, dari 10.000 Tricolor jantan itu ternyata cuma 1 yang subur alias gak mandul. Woo…Kok bisa begitu? Mainnya sama kromosom. Gen warna merah/orange hanya bisa dibawa oleh kromosom X. Pejantan yang membawa kromosom Y hampir gak bisa tricolor. Tapi kesalahan genetik mungkin terjadi dan menghasilkan kombinasi kromosom XXY. Kombinasi kromosom inilah yang akhirnya bisa membuat pejantan memiliki 3 warna, tapi sekaligus mempengaruhi fertilitasnya. So dengan beragam alasan itu, Calico cat jantan bisa dibilang langka dan harganya mahal cuy. Apalagi yang fertil, bah jagoan sejati itu…

image

Sera tampak belakang. Tricolor-nya cantik kan ^^

So, Calico is special, either Sera is, hehe… Emang sih, pelihara kucing begini lumayan berat di ongkos, terutama buat beli makanan model sarden/kerupuk ikan itu. Untung ini kucing lentik gak manja dan kesepian. Kami menyediakan kucing kampung betina dengan umur sebaya buat jadi teman mainnya. Namanya Blewi. Mereka akur biar beda strata sosial. Makan, main, gegelutan, semua sama-sama. Pokoknya mereka kayak ngelihat Sissy sama Minah di Jungkir Balik Dunia Sissy, haha…

image

Ini dia si Blewi. Hobi: nongkrong di motor.

image

Adegan gegelutan

image

Persahabatan bagai yin dan yang ^^

Intinya, happy punya hewan peliharaan lagi. Menurut penelitian juga, pelihara pet bisa menaikkan level oksitosin dan serotonin, jadi bikin nyaman dan jauh dari stres, termasuk stres menatap masa depan 🙂 Ada banyak target di 2013. Yang penting usaha dan doa. Que sera sera; whatever will be will be…

Iklan