MIGRASI

Hidup sesungguhnya adalah potongan-potongan antara perpindahan satu dengan lainnya. Kita hidup di antaranya.
Raditya Dika-Manusia Setengah Salmon

Saya takjub…

Tempat saya bekerja sekarang sangat rawan perpindahan manusia. Saya bertanya-tanya apa di tempat lain seperti ini atau tidak? Sejak saya menginjakkan kaki di sini, entah sudah berapa banyak orang keluar masuk. Perasaan baru kemarin jabatan tangan untuk kenalan, eh tiba-tiba sudah salaman lagi buat pamitan. Tapi nggak semuanya begitu sih. Ada juga yang bertahan lama dan sudah menjadi partner kerja yang menyenangkan 🙂

Tapi bagaimanapun, seperti kata orang bijak, meski hidup penuh dengan ketidakpastian, perpindahan adalah satu hal yang pasti. Tidak akan ada manusia yang seumur hidup statis. Dia pasti akan bergerak, mencari sesuatu yang baik, yang baru. Mungkin itu juga yang dirasakan sejumlah partner kerja saya. Mereka yang sudah >3 tahun berjibaku, akhirnya memutuskan akan segera berpetualang di tempat lain.

Situasi Begini Nih Yang Bikin Pengen Pindah

Situasi Begini Nih Yang Bikin Pengen Pindah

Perpindahan memang identik dengan kehilangan. Ketika kita beranjak ke fase hidup yang baru, kita meninggalkan kenangan di fase hidup yang lama yang nantinya kerap kita rindukan. Saya pun begitu. Seperti halnya partner kerja saya yang pindah, saya juga akan pindah ke suasana kerja baru tanpa sejumlah orang yang terbiasa saya jumpai setiap hari. Rasa kehilangan itu pasti akan ada.

Sejenak melongok ke atas, pernyataan pembuka itu saya kutip dari bukunya Raditya Dika: Manusia Setengah Salmon. Sama seperti saya saat menulis blog ini, kayaknya Raditya Dika juga sedang galau saat menulis itu buku. Beberapa bab tulisannya cenderung melankolis, hehe…(but still, it’s the best book of him, I think). Buku itu banyak menceritakan tentang perpindahan karena judul bukunya sendiri memang mendefinisikan hal itu. Konon ikan salmon merupakan satwa yang punya ritual bermigrasi setiap tahunnya sepanjang ribuan kilometer, melawan arus sungai, hanya untuk bertelur. Meski perjalanan tidak mudah, ikan salmon tetap berpindah. Makanya, Raditya Dika menganalogikan orang yang berani pindah itu seperti Manusia Setengah Salmon.

Ikan Salmon, si trending topic

Ikan Salmon, si trending topic

Di salah satu bagian, Raditya menulis bahwa untuk melakukan pencapaian lebih, kita tak bisa hanya bertahan di tempat yang sama. Untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik, tidak perlu jadi manusia super, cukup jadi manusia setengah salmon: berani pindah. Ya, memang pernyataan itu ada benarnya. Seperti disebutkan di sejumlah buku psikologi populer, jangan terus bertahan di zona nyaman, karena itu hanya akan membuatmu tidak berkembang. Mencoba melangkah ke zona baru untuk merasakan tantangan baru akan memberi pengalaman yang hebat. Mungkin karena hal itu juga, Sir Alex Ferguson yang sudah > 25 tahun menangani Manchester United dan memenangi banyak gelar, dinilai tidak lebih hebat dari Jose Mourinho, pelatih muda yang doyan berpindah-pindah, tapi selalu memberi gelar untuk tiap klub yang ditanganinya (Porto –> Chelsea –> Inter Milan –> Real Madrid).

Sir Alex vs Mourinho

Sir Alex vs Mourinho

Tapi di mata saya, selalu menjadi manusia setengah salmon juga tidak 100 % dibenarkan. Dalam urusan hati misalnya. Kalau sudah punya pasangan, masa mau berpindah-pindah hati terus. Bayangkan kalau sudah berumah tangga. Manusia setengah salmon bisa berarti manusia tukang selingkuh atau manusia tukang cerai. Jadi untuk soal ini, mending kita ikuti saja kata pujangga cinta: Mencari pasangan itu bukan berarti mencari yang lebih baik. Jika seperti itu, sampai kapan pun kita akan selalu merasa kurang dan akan selalu mencari yang baru lagi, yang dirasa lebih baik. Pencarian yang tanpa ujung.

Selingkuh, ciiih

Selingkuh, ciiih

Untuk siapa pun yang akan pindah, mau itu pindah rumah, pindah kosan, pindah status (dari lajang jadi married), atau pindah rekening bank sekalipun, selamat menikmati fase hidupmu yang baru. Untuk yang mau pindah kerja, good luck. Selamat sudah menjadi manusia setengah salmon yang berani pindah untuk menjadi lebih hebat…:-)

Mengutip (lagi) dari bukunya Raditya, di tengah semua perpindahan yang terjadi, kita hanya perlu mencari kebahagiaan-kebahagiaan kecil. Bagaimanapun, semua akan (p)indah pada waktunya…:-p

Iklan

3 thoughts on “MIGRASI

  1. salmon itu tipe pejuang sejati, mengorbankan gidupnya demi tujuan mulia. sipp dech buat manusia setengah salmon..

  2. blog nya ditulis buat akuuu yaaa? grrrrrrr.. cie yg mau pindah status taon depan #tag penulis blog 😉

  3. sama ci. di tempat saya juga gitu. Turn over tinggi. Walaupun kebanyakan untuk urusan studi (lanjut S2 ke luar).
    Emang sekarang di mana kitu?

Komentar ditutup.