ATAS NAMA SEBUAH NAMA

Bismillah…

Sudah lama tidak menyentuh blog, rasanya gimanaaa gitu :-p

Dan kemunculan perdana di tahun yang baru ini, dibuka dengan tema yang unyu. The babies… And Their Name…

Saya jadi kebelet menulis ini gara-gara keponakan saya yang baru lahir 2 minggu yang lalu. Perempuan, ndut, lucu. Berhari-hari kemudian semenjak dia lahir, hampir setiap hari saya mengupdate kabar si kecil, terutama soal nama. Saya heran, kakak saya repot amat menyiapkan nama buat putrinya. Lamaaa… Butuh kontemplasi tingkat tinggi rupanya… Saya ingat pernah mengusulkan nama untuk anaknya yang pertama. Saya usul untuk memasukkan FABREGAS ke dalam nama putranya, soalnya kakak saya penggemar berat Arsenal dan Cesc Fabregas. Dan usul saya… ditolak,hix…T-T

Gambar

Kali ini untuk nama putrinya, saya tidak memberi masukan. Saya mau menghormati selera tiap orang saja. Kalau saya punya anak perempuan, saya cenderung menghindari nama yang terlalu cantik. Saya maunya nama yang anggun, elegan (kayak nama saya gitu, hoex…). Kalau kakak saya justru suka nama-nama yang manis. Jadi saya biarkan saja beliau berkreasi sendiri.

Saat tiba waktunya saya menjenguk keponakan saya, saya menemukan kakak saya rupanya banyak membaca buku yang berisi nama-nama bayi dan artinya untuk dijadikannya sumber inspirasi. Hoo, pantas lama… Saya sempat meminjam dan membaca buku tersebut. Dan… mata saya seperti baru terbuka… Apa karena saya belum punya anak, jadi selama ini menganggap enteng urusan memberi nama anak? Yang di pikiran saya selama ini, yang penting namanya keren. Arti nama itu nomor dua.

Saya kini sadar, bagi orang tua manapun, memberi nama anak itu seperti PR. Setiap orang pasti ingin anaknya tumbuh menjadi orang yang baik. Maka memberi nama yang baik dan indah adalah PR yang menyenangkan sekaligus memusingkan. Orang tua yang bijak tahu bagaimana memberi nama yang baik tanpa membebani anaknya kelak. Bagaimanapun, nama adalah identitas yang akan dibawa seseorang di sepanjang hidupnya.

Gambar

Setiap orang tua punya gaya tersendiri dalam menamai anaknya. Ada yang mengunduh dari nama tokoh atau mencomot dari bahasa-bahasa di dunia. Saya punya rekan kerja bernama Megawati. Mungkin orang tuanya mendoakannya untuk menjadi orang besar seperti Megawati Soekarno Putri. Ada juga politikus Rieke Dyah Pitaloka yang menamai anaknya Sagara Kawani, yang berasal dari bahasa Sunda dan berarti lautan keberanian. Menurut penuturannya, nama anaknya diambil dari bahasa Sunda karena ia orang Sunda asli dan ingin anaknya selalu ingat tanah kelahirannya. Ckck, keren dan kreatiflah, mampu menghapus stigma penamaan Sunda yang selama ini dikenal mengulang-ulang penggalan nama pertama di akhir, ex. (punten) Adjat Sudradjat, Wawan Darmawan…:-p

Kalau ayah saya punya cara sendiri menamai anak-anaknya. Entah kenapa saya dan kedua kakak saya diberi nama dengan rumus yang sama: 19 huruf dan 9 suku kata. Tiap saya tanya alasannya kenapa, ayah saya tidak pernah memberi penjelasan yang komplit. Terawangan saya, ayah saya suka angka 9. Angka 9 adalah angka tertinggi dalam kelompok angka berdigit 1. Angka 9 dan 19 adalah angka ganjil. Angka 19 adalah bilangan prima…(loh)

Yang jelas, setelah membaca buku nama-nama bayi itu, saya merasa menemukan nama terbaik untuk keturunan kita kelak sangat mengasyikan. Dan akan sangat mendebarkan melihatnya tumbuh seiring namanya, memastikan nama yang kita berikan sesuai dengan karakternya saat itu. Saya punya teman bernama Luthfi, yang artinya lembut dalam bahasa Arab. Orang tuanya mungkin bisa berbangga hati, karena anaknya itu memang tumbuh menjadi gadis yang lembut dan baik hati. Raditya Dika, blogger/penulis terkenal itu, ternyata namanya berasal dari bahasa Jawa/Sansekerta yang artinya matahari. Orang tuanya juga mungkin sedang tersenyum bangga sekarang melihat putranya jadi sosok yang bersinar di bidangnya.

Hm, bagaimana dengan saya?

Nama tengah dan belakang saya mudah ditebak artinya. Nama depan saya ada kemungkinan diambil dari bahasa Spanyol (seriusan? Gaya pisan si papah…). Kalau digabung, dalam nama saya ada sepenggal doa yang mengharapkan saya jadi si bungsu yang bersinar dan bermanfaat. Have I been already yet? Hope so, at least for them (my parents)…;-)

Gambar

Kata pepatah, apalah arti sebuah nama. Tapi bagi setiap orang tua, memberi nama anak itu ibarat berdoa. Ketika dia dilahirkan, mungkin angan-angan setiap orang tua mulai berkecamuk. Mau jadi apa anak ini kelak? Akankah anak ini menjadi anak yang pintar, cantik, dan sukses? Begitu banyak yang diharapkan orang tua dari anaknya. Agar sang keturunan tumbuh sebagaimana yang diimpikannya, sepanjang hayatnya orang tua akan berdoa untuk anaknya. Dan sebaris nama adalah bentuk doa yang tidak terputus dari orang tua untuk anaknya.

Untuk my little niece Fauzia Alisha Anindita, kemenangan yang mulia dan sempurna, welcome to the world…:-*

Gambar

 

Your children are not your children

They are the sons and daughters of Life’s longing for itself.

(Kahlil Gibran)

Iklan

4 thoughts on “ATAS NAMA SEBUAH NAMA

  1. Bu Luciana, waktu saya lahir (tahun 1988), Ibu Megawati Soekarno Putri belom jadi orang beken. Kayaknya sih masih remaja gitu atau baru nikah kali ya,, o.Oa
    Jadi orang tua saya pasti bukan terinspirasi dari Beliau, Bu… Hehehe.. 😛

Komentar ditutup.