IN MEMORIAM: 2009

Saat menulis ini, hanya tinggal beberapa jam saja menuju 2010 dan 2009 akan segera tertinggal di belakang. Biasa aja sih sebenarnya. Cuma jika dirunut ke belakang, terlalu banyak peristiwa yang sulit dilupakan di 2009.
Intinya, 2009 jadi salah satu tahun teristimewa dalam perjalanan hidup seorang Loechieana, hehe…

Hm, ada apa aja ya di 2009? Nih…

1. TA… TA… TA…
Wah, ini peristiwa paling menyita waktu selama tahun 2009. Lebih dari setengah tahun ngelab, ngelab, dan ngelab. Bahkan, dibanding bersama keluarga, waktu lebih banyak dihabiskan bersama Citra dan tikus-tikus kami yang lucu itu. Whoa… Lab farmol, lab hewan, fotometer, Eppendorf, dan tempat paling asyik selama ngelab a.k.a balkon farmol, tempat solat+makan bareng+ngerumpi+ngenet (jadi inget waktu rame-rame nonton video Marshanda lagi marah-marah di Youtube, hahaha —-> ADINDA MUTIARA SABILA PURNOMO SIDI, MAKAN NEH!!!)

Marshanda, wow!!!

2. Seminar dan Sidang
Beuh ini mah momen yang lagak-lagaknya sih bakalan terus terekam sampe tua. Pas seminar dibantai di depan banyak orang, eh pas sidang juga sempat dibikin blank parah. Abis itu nangis berjam-jam sampe Kaprodi aja tau (malu-maluin, heuheu… Maaf ya yang sempat dibuat repot). Ujung-ujungnya lulus juga dengan nilai yang di luar dugaan. Hh…

3. Wisuda
Final destination saat S1… Happy for me and family…

4. Mulai kuliah apoteker
Setelah 4 tahun berkutat di dunia belajar, tahun ini mulai masuk dunia aplikasi kerja yang diteorikan (jadinya bingung). Usaha di semester 1 sepertinya kurang maksimal, semoga lebih baik di semester 2 ya…

5. Nonton konser Ungu!!!
Hadoh, ini mungkin kedengarannya kurang penting. Tapi tetep, unforgettable moment, hehe… Maklum, sebagai anak baik yang jarang keluar rumah untuk hal nyeleneh macam nonton konser musik, gak pernah kebayang bakal bisa nonton Ungu live. Apalagi pas banget lagi seneng-senengnya ma Ungu (ini juga perubahan yang sangat signifikan di tahun 2009. Banyak yang heran, gapapa…). Jadi we pas ada acara Festival kuliner Promaag di Sabuga yang bertepatan dengan bulan Ramadhan dan kebetulan dimeriahkan oleh Ungu, langsung dibela-belain buat buka puasa di sana bareng Ayu dan Ineu (jasa-jasa kalian tak akan dilupakan). Biarpun makanannya rada mahal, trus sempet hujan, semuanya impas setelah melihat Pasha tampil di depan mata 🙂

Ungu neh

Pasha, heuheu...

6. Makan di Liwet Pak Asep Stroberi
Hm, sebenarnya sudah lama banget pengen makan di situ. Setiap kali naik bus mau pulang dari atau pergi ke Bandung, sering banget ngelirik restoran satu ini. Di antara restoran-restoran yang berjejer di daerah Nagrek, Liwet Pak Asep Stroberi termasuk yang ga pernah sepi. Ngiler bertahun-tahun, akhirnya kesampaian juga makan di sana bareng keluarga sehabis wisudaan. Tempatnya enak eum, pemandangannya alami, dan harganya lumayanlah dibanding resto Sunda lain.

Liwet Pak Asep Stroberi di Nagrek

Kumpul gak kumpul asal makan :-p

7. Draft “Proyek Mimpi” selesai
Ini nih proyek jangka panjang. Sudah masuk otak sejak tingkat pertama kuliah, dan baru selesai ke dalam bentuk draft tulisan di tingkat 4!! Ini baru draft loh. Emang apa sih “proyek mimpi” itu? Hehe, itu bakal calon novel atau naskah cerita. Sudah dibaca oleh beberapa orang teman dan alhamdulillah responnya cukup baik. Jadi termotivasi buat benar-benar menjadikannya sebuah novel. Tapi berhubung saat itu juga sedang sibuk TA+persiapan seminar&sidang+malas berkepanjangan, sampai saat ini baru selesai beberapa chapter saja, hehehe… Mudah-mudahan penyakit malasnya segera sembuh ya. Kudu rajin riset dan nulis nih.

Kalo buat kehidupan di luar sana, 2009 kemarin beragam juga ya. Di tingkat nasional ada Pemilu langsung (yang bikin jalanan selama beberapa waktu buyatak sama baligo-baligo bergambar muka orang), gempa Padang dan Priangan, bom Marriot 2 (yang membuat MU batal ke Indonesia, hix…), kasus Antasari Azhar (caddy… caddy…), kriminalisasi KPK, kasus bank Century, terbunuhnya Noordin M.Top, hingga berita mengejutkan di ujung tahun: meninggalnya Gus Dur. Di luar itu, ada kasus Manohara yang ribet, meninggalnya Michael Jackson, heboh film 2012, sampai kontroversi haram tidaknya infotainment. Ckck… Rame juga ya.

Baligo pemilu merusak pemandangan


Bank century, ribet!!

Mano

M.J

Hh, sebenarnya masih banyak momen lain yang terjadi di 2009 dan gak kalah seru, tapi untuk sementara itu dulu. Yang jelas tidak semua kejadian yang kita alami itu menyenangkan, ada juga yang tidak. Ada tindakan kita yang benar, ada juga yang tidak. Kalau kita ditanya apa yang akan kita lakukan jika diberi kesempatan untuk kembali ke waktu yang telah lalu, mungkin sebagian dari kita menginginkan untuk menghindari kesalahan yang pernah diperbuat. Tapi menurut motivator Mario Teguh:

kesalahan adalah sebuah pembelajaran sehingga yang lebih baik jika kita diberi kesempatan kembali ke masa lalu adalah menemukan kesalahan kita lebih dini sehingga kita pun akan lebih cepat berhasil


Begitu katanya,hoho…

Jika sejenak menutup mata untuk 2009 dan memicing untuk 2010, apa yang bisa kita intip ya?

Hm, yang jelas semuanya pasti berharap 2010 akan lebih baik dari 2009, termasuk saya. Setiap tahun yang baru, setiap orang pasti akan membuat resolusi. Resolusi saya di awal tahun 2010 dimulai di RS Hasan Sadikin. Meski birokrasinya ribetnya minta ampun, semoga KP-nya lancar-lancar saja, hehe… Dan semoga resolusi kita yang lain juga bisa terwujud.
Amien…
Amien…
Amien…

SEMANGAT!!!

Happy New Year 2010!! Hope everything get better ^_^

BELAJAR BANYAK DARI FABEL

Beberapa malam terakhir, saya lagi rajin baca-baca e-book tentang motivasi gitu. Lumayanlah, mumpung baru beres ujian, dan perasaan lagi gak karuan gara-gara kurang puas sama pekerjaan tangan sendiri, heuheu…

Di antara kisah-kisah yang dibawakan, ada beberapa yang berbentuk seperti “fabel” atau dijelaskan lewat penokohan binatang. Sekilas memang tampak lebih ringan, tapi juga itu berarti lebih mengena. Dari dulu cerita hewan memang menawarkan perumpamaan yang segar dari kehidupan manusia. Hewan juga makhluk hidup, bagian dari alam. Dan seperti kata Dewi Lestari: “… Ku percaya alam pun berbahasa, ada makna di balik semua pertanda…”. Jadi yah meskipun terkadang fabel itu imajiner, tapi selalu saja ada pelajaran berharga yang didapat.

Nah, kalau dulu kita mengenal cerita klasik macam “Kura-Kura dan Kancil” atau bahasa Sundanya “Sakadang Kuya jeung Sakadang Kancil” (bahasa Sundanya kancil apa sih?), sekarang film-film Hollywood yang bercerita tentang hewan, wuih menjamur pisan. Dan saya inilah termasuk salah satu penggemar film kartun hewan dari Hollywood semacam Ice Age, Happy Feet, Finding Nemo, Brother Bear, Kungfu Panda, Shark Tale, atau Madagascar. Ringan, menghibur, tapi juga ga pernah lepas dari pesan-pesan kehidupan, meski itu hanya sebatas mengingatkan tentang pentingnya persahabatan, keluarga, atau dorongan untuk jangan menyerah.

Kisah tentang manusia yang belajar kehidupan dari menjadi beruang ^-^

Tap dance penguin yang unik ada di sini nih...

Beberapa teman menganggap saya kekanak-kanakan nonton film begituan (apalagi pas mereka dengar saya nangis waktu pertama kali nonton Ice Age, hehehe). Tapi apa salahnya toh itu film untuk semua kalangan. Yang penting kan nonton film tuh bikin happy. Mikir-mikir dikit bolehlah…:D

Manny, Sid, Diego, dan si pemburu biji kelapa

Kasih ayah kepada beta tak terhingga sepanjang masa 😦

Nah, selain dari film, pelajaran kehidupan dari hewan juga bias didapat dari buku, termasuk dari e-book yang saya baca semalam. Ada beberapa yang mau dibagi nih:

Kisah Si Belalang

Seekor belalang yg selama ini terkurung dalam kotak kemudian keluar dari kotak itu. Ia begitu senang menyadari dirinya bisa melompat. Tapi ia terkejut begitu melihat belalang lain ada yang mampu melompat lebih jauh darinya. Ia bertanya,”bagaimana kau bisa melakukan itu?” Belalang kedua berkata,”Di mana saja selama ini kau tinggal? Kami belalang yang tinggal di alam bebas, telah lama mampu melompat sejauh itu.”

Pesan:
Kadang kita hidup di lingkungan yang seolah dibatasi, seperti hidup di dalam kotak. Lingkungan yang buruk, terlalu banyak orang yang berkomentar, membuat kita terpaku pada pandangan orang. Kita jadi tidak percaya diri dan sulit mengembangkan potensi diri. Lain halnya jika kita mencoba merasakan hidup di alam bebas. Kita bebas berpikir dan berekspresi, termasuk mengembangkan apa yang selayaknya kita bisa.

Ikan Kecil di Air

Seorang ayah dan anaknya tengah bercakap-cakap dekat kolam, si ayah menjelaskan tentang pentingnya air, “Nak, di dunia ini tidak akan ada yang bisa hidup tanpa air.” Seekor ikan kecil di dalam kolam yang mendengar itu gelisah lalu mulai mencari tahu di mana air. Ia bertanya ke seluruh penghuni kolam tapi tak ada yang tahu. Ia lalu menemui ikan sepuh dan kembali bertanya, “Di mana air?” Ikan sepuh menjawab bijak, “Tenanglah, air itu kini tengah mengelilingimu.”

Pesan:
Manusia kadang seperti si ikan kecil, mencari ke sana kemari tentang kehidupan dan kebahagiaan, padahal sesungguhnya ia sedang menjalaninya bahkan kebahagiaan tengah melingkupinya tapi ia tidak menyadarinya sama sekali.

Kisah Sang Tikus

Seekor tikus mendengar percakapan petani dan istrinya yang hendak menyiapkan perangkap untuknya. Sang tikus terkejut lalu segera menemui beberapa temannya. Pertama, ia menemui sang ayam. Tikus berkata, “Hati2 ada perangkap tikus di dalam rumah!” Sang ayam dengan cuek berkata, “Aku tahu ini masalah buatmu Pak Tikus. Tapi buatku tak ada masalah. Jadi jangan buat aku sakit kepala!”
Si tikus lalu menemui sang kambing dan kembali berkata,”Ada perangkap tikus di dalam rumah!” Kambing berkata, “Aku tak bisa melakukan apa-apa. Yakinlah kau selalu ada dalam doa-doaku.” Selanjutnya tikus menemui lembu untuk menyampaikan kabar yang sama. Lembu (sambil tertawa mengejek) berkata, “Aku dalam bahaya besar ya?hehe…”
Tikus kembali dengan patah hati, merasa tak ada yang peduli padanya….
Malamnya, perangkap tikus itu bekerja. terdengar suara seperti sesuatu terjerat. Istri petani mencoba memeriksa dalam kegelapan, hingga tak sadar bahwa yang terjerat adalah seekor ular. Tangan istri
petani sempat tergigit hingga luka. Si petani segera membawa istrinya ke rumah sakit. Dari rumah sakit, sang istri lalu kembali ke rumah dalam keadaan demam. Seperti biasa, makanan yang cocok untuk orang demam adalah sup ayam segar. Maka si petani pun menyembelih sang ayam. Tak kunjung sembuh, tetangga-tetangga banyak yang menjenguk, maka petani pun merasa harus menyiapkan makanan. Ia terpaksa memotong kambing untuk dijadikan gulai. Tapi sang istri tak sembuh dan akhirnya meninggal. Maka kemudian banyak pelayat berdatangan. Petani pun memutuskan untuk mengorbankan lembu di kandang untuk dijadikan penganan.

Pesan:
Apabila kamu mendengar seseorang terkena masalah, bukan berarti kamu tak ada kaitannya dengan itu. Jika ada “perangkap tikus”, satu ladang bisa terkena risikonya. Mementingkan diri sendiri lebih banyak
mendatangkan keburukan.

Nah, begitulah saudara-saudara. Hewan-hewan itu adalah cermin bagi kita. Meski cerita fabel umumnya sederhana, namun kayak makna.
Semoga kita bisa mengambil banyak pelajaran dari kisah-kisah itu hingga menjadikan kita manusia yang lebih menghargai hidup 🙂

Sampai jumpaaaaa!!!!

ANTARA LIBURAN, LEBARAN, DAN UJIAN

Akhirnya setelah sekian lama vakum, menulis lagi… ^_^

Sekarang sudah memasuki awal Desember 2009. Ada 2 momen penting yang telah dan sedang datang dalam waktu dekat ini: Idul Adha dan UAS!!!

Apaaa??!!
Yap, betul sekali. Ga nyampe 2 bulan kuliah apoteker sudah UAS lagi. Bahkan ini kuliahnya saja belum bisa betul-betul dinikmati. Lha…

Tapi sudahlah, kurikulumnya sudah seperti itu mau bagaimana lagi. Ambil positifnya saja, kalau beres ujian kan lebih santai menjalani libur natal dan tahun baru :p

Sayangnya, lagi dan lagi ujian harus dijelang dengan liburan “penting” juga. Setelah kemarin sidang didahului dengan libur Lebaran yang membuat kami-kami para mahasiswa perantau membawa barang bawaan lebih berat dari biasanya ke kampung halaman (buku maksudnya), kali ini UAS apoteker juga disambut dengan Lebaran Haji. Dan alhasil, kami para mahasiswa perantau lagi-lagi kudu membawa bahan ujian ke kampung. Meski sebenarnya meragukan untuk dibaca, karena situasi tidak mendukung (berkumpul bersama keluarga adalah hal langka bagi kami, sedangkan belajar????) 😛 Kalau dipaksain, bisa kayak gini…

reading for dummies

Intermezzo:
Saat mengupdate blog ini di warnet deket kos, di sebelah ada pengunjung yang dengan santainya merokok sampai asapnya mengepul-ngepul di udara. Wajahnya seram dan situs yang dia buka situs aneh, hiii… Semoga orang itu segera sadar bahwa tar, nikotin, dan zat kimia lain dalam rokok yang dihisapnya bisa jadi benih penyakit. Bahkan katanya 10 jenis kanker disebabkan oleh rokok. Yang lebih waw, merokok bisa merusak perangkat kompuler Apple!! Nah loh… (untung komputer di warnet bukan Apple ^_^)

Ehm, kembali ke topik. Nah, jadi pekan-pekan ini harus diisi dengan belajar dan belajar . Semoga lancar, semangadh!!!!

Tapi sebelum itu, ada fase lain yang harus dilewati: memburu bus. Yap, di masa libur Lebaran seperti ini pemudik biasanya ramai, apalagi liburannya di akhir pekan. Jadi sebetulnya perjuangan dimulai di Cicaheum.

Cicaheum rame (dari Tribun Jabar)

Kalau harus membuka memori tahun-tahun sebelumnya, wuih beragam pengalaman mudik jelang Idul Adha mah.

Tahun 2006

Proses:Mudik H-1 naik travel jam 18.00 dari Bandung, hujan-hujanan, macet, dan baru same rumah jam 01.30.
Efek: Tepar dan ga sanggup ikut salat Id paginya 😦

Tahun 2007

Proses: Mudik H-1 naik bus di Cicaheum. Berangkat ke Cicaheum jam 7 nyampe sana orang-orang sudah menyemut. Jumlah bus Budiman yang tersedia ga sebanding dengan jumlah calon muatan. Walhasil rebutan sana sini dan saya baru dapat jam 12 siang, beuh!!!
Efek: Bete, kesel, ngedumel wae. Jaket sempet jatoh untung ketemu sama emang-emang bertubuh mungil yang baik hati. Tapi alhamdulillah nyampe rumah dengan selamat 🙂

Tahun 2008

Proses: Trauma tahun 2007, nyubuh berangkat ke Cicaheumnya. Nyampe sana jam 06.30an dan……… sepi!!! Alhamdulillah dapet bus cepet.
Efek: Menyenangkan pokonya mah…

Nah, sekarang pertanyaannya, Apa yang terjadi tahun ini???
Akankah peristiwa tahun 2007 atau 2008 yang akan terulang?

Duh, yang pasti mah trauma eum gontok-gontokan kayak tahun 2007 teh. Makanya sejak beberapa hari sebelumnya sudah direncanakan buat pulang tanggal 26 November 2009-PAGI. Tapi apa daya, rencana tinggal rencana. Maunya bolos kuliah siangnya, tapi ternyata ada presentasi sampai sore dan usahakan semua harus hadir. Beuh, Allah kayaknya memang mencegah saya berbuat dosa nih. Saya bener-bener dipanggil buat presentasi, mendadak, waa… Intinya hari itu batal bolos ga sia-sia. Dan hasilnya mudik kudu diundur jadi besok pagi, pas hari Idul Adha.

Apa yang terjadi?!

Tahun 2009

Proses: Berangkat abis salat Ied, nunggu “ojek gratis” terus cabut ke Cicaheum jam 7.30an. Nyampe jam 8, belum banyak orang, tapi bus Budiman cuma ada yang ke Tasik (full) dan Pangandaran (gak tertarik :D). Keputusan yang salah, bus Budiman selanjutnya ga datang2 dan baru muncul sejam kemudian pada saat sudah banyak calon penumpang. Untung “tukang ojek gratisnya” baik hati dan mau bantu memburu bus. Thanks yah…^_^
Efek: Berangkat jam 9 jadi baru nyampe jam 1. Pertama kali naik bis Budiman dengan posisi tempat duduk 3-2 dan gak enak banget pokoknya. Tapi mau bagaimana, yang penting bisa pulang toh…

Yah, intinya yang namanya pulang kampung memang sangat dinanti-nanti oleh para perantau, meski itu hanya 2-3 hari saja. Bertemu keluarga adalah kesempatan, kebahagiaan, dan pemacu bagi kami yang sedang letih berburu ilmu atau harta.

Baiklah, sekian dulu. Kita lanjutkan kemudian. Sebagai kenang-kenangan, gambar lucu ini akan mewakili menceriakan suasana hari raya… See U…

Selamat Idul Adha!! Selamat Ulang Tahun Pasha!!! (loh?!) 😀